Anugerah (versus) Amanah | Alhamdulillah … :)

Bismillahirrahmannirrahim

Anakku …
Bila Ibu boleh memilih
Apakah Ibu berbadan langsing atau
berbadan besar karena mengandungmu
Maka Ibu akan memilih mengandungmu …
Karena dalam mengandungmu Ibu
merasakan keajaiban dan kebesaran Allah SWT.

Sembilan bulan, Nak … Engkau hidup di perut Ibu
Engkau ikut kemanapun Ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung
Ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim Ibu ketika
Engkau merasa tidak nyaman, karena
Ibu kecewa dan berurai air mata …

Anakku …
Bila Ibu boleh memilih apakah Ibu harus Operasi Caesar, atau Ibu
harus berjuang melahirkanmu
Maka Ibu memilih berjuang melahirkanmu

Karena menunggu dari jam ke jam,
menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu
untuk mencari jalan keluar ke dunia
sangat Ibu rasakan …

Dan saat itulah kebesaran Allah SWT.
menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara
peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa Ibu
ceritakan kepada siapapun.

By: Penny Wahyu Sarry

Klik Yuk… ;)

Comments (2) »

Amanah (versus) Tanggung Jawab ….

Bismillahirrahmannirrahim

Tulisan dari Mbak Ratna Wardani .. cukup mengingatkan saya dengan makna dari “Amanah & Tanggung Jawab” …

Berikut tulisan dari beliau ..

Lika Liku Studi S3 (cuplikan momen-momen Serius, Senang, Sedih)
by Ratna Wardani on Sunday, November 27, 2011 at 1:09am

Part #3 : “ my guru my inspiration ….”

Menuliskan kembali wejangan sang guru beberapa waktu lalu menjelang ujian terbuka (dengan gaya saya):

“esok .. setelah gerbang itu dibuka, engkau bukanlah sbg muridku lagi .. engkau akan berdiri sbg pribadi yang berbeda .. pribadi yg memiliki tanggung jawab yang lebih besar. tebarkan ilmu yg diperoleh untuk kemanfaatan orang-orang di sekitarmu. Gunakan ‘pedangmu’ scr bijaksana dalam menghadapi berbagai masalah yang menghadang…jadilah ‘petarung’ yang mandiri, yang berkembang dan berkarya di jalanmu dan dengan caramu … dan rasakan keindahannya ketika apapun yg kau lakukan dilandasi dg hati …”

Sang guru benar … sebentar lagi saya harus melangkah sebagai diri saya sendiri … menjadi pribadi yang kuat, mandiri dan menggunakan potensi yang saya miliki untuk bisa berkiprah di bidang saya, memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar saya … menjadi lilin yang terang, tidak menyilaukan, tetapi bisa memberikan cahaya yang mengusir kegelapan …”.

Baca lanjutannya yuk … ;)

Comments (4) »

Selimut Putih … :)

Bismillahirrahmannirrahim

” Yaa Rabb … Tolong Jangan Letakkan Kenikmatan Dunia di Hati Hamba & Keluarga Hamba .. Namun Tolong Letakkanlah Kenikmatan Dunia itu di Tangan Hamba & Keluarga Hamba … Juga Semoga Keluarga Hamba nantinya Bisa Menjadi Keluarga yang Mencintai Engkau, Nabi Muhammad SAW. & Al – Qur’an .. serta mau mengamalkannya (Amin3x … Yaa Rabbal ‘Alaamin)”

Flash Back kembali …. di postingan ini

Untuk perenungan diri sendiri lewat lagu ini …

Tajuk Nasyid : Selimut Putih
Artis : Akhil Hayy

Bila Izrail datang memanggil
Jasad terbujur di pembaringan
Seluruh tubuh akan menggigil
Terkujur badan dan kedinginan

Tiada lagi gunanya harta
Kawan karib sanak saudara
Jikalah ada amal di dunia
Itulah hanya pembela kita

Janganlah mahu disanjung-sanjung
Engkau digelar manusia agung
Sedarlah diri tahu diuntung
Sebelum masa keranda diusung

Datang masanya insaflah diri
Selimut putih pembalut badan
Tinggal semua yang dikasihi
Berbaktilah hidup sepanjang zaman

Njupuk ning kene jhe ..

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS : Ar-Rahmaan : 13)

Comments (2) »

Never Give Up ….

Bismillahirrahmannirrahim
Pernah terlintas … menyerah sampai sini saja … sembari berdamai di hati membenarkan keputusan ini … “Di alam barzah nanti gak bakal diminta ijazah kuliah/di tanya kamu lulusan mana kok … sama Allah SWT.

Tapi … setelah flash back dari awal sampai detik ini … bagaimana perjalanan sampai kesini … pengorbanan & perjuangan yang sudah dilakukan … serta terbayang wajah orang2 yang sudah mendukung, yang memberi doa setiap saat, serta pengorbanan mereka selama ini …. rasanya seperti egois sekali diri ini …

… dan sampai akhirnya … saya membaca notes yang ditulis oleh Dosen Pembimbing saya Bapak Lukito Edi Nugroho di Facebook beliau … saya jadi malu sendiri & mulai termotivasi kembali …

… saya minta izin ke Pak Lukito … untuk men-share postingan beliau ke blog saya … mungkin bisa membantu teman2 & mahasiswa lain … yang mempunyai pola pikir seperti saya

Berikut artikel yang Pak Lukito tulis … 

Mahasiswa : Bagaimana Anda Mengatasi Problem ?

Catatan ini saya dedikasikan kepada para mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan studinya di tengah berbagai problem berat yg menghadang …

Kebanyakan dari kita melihat problem-problem belajar di universitas simply sebagai problem-problem akademis. Tugas yang menumpuk, ujian yang sulit, dosen yang sulit ditemui, dsb. Problem-problem itu terkadang memang berat, tapi bagaimanapun itu selalu ada solusi yang relatif mudah. Tugas yg menumpuk bisa diatasi dgn manajemen waktu yang baik. Ujian yg sulit menjadi mudah kalau rajin belajar. Dosen sibuk bisa ditunggui dengan sabar.

Kadang kita tidak sadar ada sebagian mahasiswa yang mengalami problem yang lebih berat. Saya katakan lebih berat karena problem-problem yang mereka hadapi biasanya lebih “akut” dan berjangka panjang, serta bersifat “sistemik” (maksudnya, bisa menyebabkan efek domino dan menciptakan problem-problem lain, termasuk problem akademik). Faktor gangguan kesehatan, kondisi ekonomi, dan ketidakstabilan mental/psikologis adalah beberapa contoh problem non-akademis yang sering muncul di kampus. Efeknya, mahasiswa akan melihat problem yang bertumpuk-tumpuk, saling terkait, dan seolah tidak ada ujung pangkalnya sehingga sulit mencari solusinya. Kadang-kadang mahasiswa tidak kuat menahan beban seberat ini, dan akhirnya kolaps. Mereka jatuh dan tidak bisa bangun lagi. Mereka gagal.

Baca lanjutannya yuk … ;)

Comments (2) »

Oblok – Oblok Tempe … ^-*

Bismillahirrahmannirrahim

Alhamdulillah akhirnya … dapat juga resep oblok- oblok tempenya …

Biar gak lupa posting di blog dulu …

Ini dia resepnya …

Bahan :
300 gr udang kupas kulit, sisakan ekornya
250 gr krupuk krecek
200 gr tempe potong ukuran 1 x 1 x 1 cm
7 bh tahu goreng, potong jadi 2 bagian
15 lonjor kacang panjang, potong 3 cm
1 ltr santan
3 cm lengkuas
2 lbr daun jeruk
3 bh cabai hijau besar, potong serong
3 bh cabai merah besar, potong serong
15 bh cabai rawit merah
2 btg daun bawang, potong 2 cm
3 sdm minyak goreng

Haluskan :
9 bh bawang merah
7 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
2 cm kencur
4 cm kunyit
4 btr kemiri

Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak, tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum. Masukkan cabai merah, cabai hijau, daun jeruk, dan lengkuas sampai harum dan matang.
  2. Tambahkan udang, masak sampai berubah warna.
  3. Masukkan santan, krecek, tahu, tempe, cabai rawit , kacang panjang, dan daun bawang, masak sampai semua bahan matang.

Untuk 6 orang

Njupuk ning kene jhe ..

Note :

  • Setelah matang, hidangkan jangan disimpan … 
  • Sayur ini kalo dipanasin lagi makin enak, istilahnya di blendrang … jadi makin lama makin sip
  • Bisa juga disajikan dengan lontong …

Comments (10) »

We Will Not Go Down (Song For Gaza) | Michael Heart …

Bismillahirrahmannirrahim


We Will Not Go Down
by Michael Heart


A blinding flash of white light
Lit up the sky over gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In gaza tonight

We will not go down
In the night without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die

We will not go down
In the night without a fight
We will not go down
In gaza tonight

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS : Al Baqarah : 155)

“… (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun.” (QS : Al Baqarah : 156)


Referensi :

Comments (4) »

Negeri 5 Menara | A. Fuadi …

Bismillahirrahmannirrahim


…. “Beberapa orang tua menyekolahkan anak ke sekolah agama karena tidak punya cukup uang. Ongkos masuk madrasah lebih murah ….”

Kecurigaanku benar, ini masalah biaya. Aku meremas jariku dan menunduk melihat ujung kaki.

“…. Tapi lebih banyak lagi yang mengirim anak ke sekolah agama karena nilai anak-anak mereka tidak cukup untuk masuk SMP atau SMA ….”

“Akibatnya, madrasah menjadi tempat murid warga kelas dua, sisa-sisa …. Coba waang bayangkan bagaimana kualitas para buya, ustad dan dai tamatan madrasah kita nanti. Bagaimana mereka akan bisa memimpin umat yang semakin pandai dan kritis ? Bagaimana nasib umat Islam nanti ?” ….

Itu sepenggal dialog yang saya kutip dari halaman 7 dari buku Negeri 5 Menara | Sebuah Novel Best Seller yang terinpirasi dari kisah nyata penulis A. Fuadi ….

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, ….” ( QS : Alam Nasyr : 7 )

“…. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” ( QS : Alam Nasyr : 8 )

Man Jadda Wajada (Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil).”

Rekomendasi buat dibaca …

Comments (12) »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.