Menyambut Tamu Terakhir …

Bismillahirrahmannirrahim

Setiap hari kita kedatangan tamu, mungkin keluarga, kolega atau kawan biasa :).
Suatu hari akan datang tamu terakhir dalam hidup kita ;).

Dia datang tak di sangka2 ..
Siapakah kita ?

Sholat, sedekah, dll …. apakah sudah cukup bekal kita untuk “disana nanti” … “Wallahu’alam Bishowab” 🙂

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
(Q.S : Ali Imran : 185)

Dimanapun kita berada, kita tidak bisa menghindari “Tamu Terakhir” tersebut, jika Allah SWT. sudah berkehendak, tinggal waktunya saja … kita hanya selalu berharap agar  bisa siap setiap saat dan dalam keadaan “Khusnul Khotimah” (Amin3x .. Yaa Rabbal ‘Alaamin).

Saya coba menceritakan kembali kisah nyata pada saat menjelang sakaratul maut Ibunda dari Sahabat Ustadz Syatori Abdurrauf  (sebagai pembicara kajian tadi) :

Pada saat itu Suami & semua Anaknya sudah berkumpul ..
Seperti biasa semua pada sibuk … ada yg berdoa, mengaji, membimbing Ibunya untuk mengucapkan talkin “Laa .. Ilaaha Illallah (Tiada Tuhan Selain Allah)” …

Tapi pada saat itu … Ibunya malah meminta semua yang ada disana untuk diam …
Ibunya berkata dengan bijak …
“Semua tolong diam .. Ibu mau ngomong … Ibu mau titip pesen ke Bapak (Suaminya) agar nanti sempetin untuk sholat berjamaah di Mesjid walaupun hanya 1x (Subuh/Zuhur/Ashar/Maghrib/Isya) dalam sehari (Ibu tersebut maklum karena Suaminya terkena stroke dan lumpuh sebelah kakinya) .. kemudian Ibu tersebut juga berpesan ke Anak2nya untuk tetep melanjutkan memberi sedekah kepada Janda2 di kampungnya yang tidak mampu (Ibu ini semasa hidupnya suka memberi sedekah ke Janda2 tersebut) … kemudian Ibu tersebut membagi2 harta warisannya ke Anak2nya … dan ada satu lagi peninggalannya yang ada di dalam tas, tapi itu tidak dibagikan melainkan Ibu itu berpesan agar sepeninggal diri beliau nanti baru tas tersebut dibuka .. terakhir Ibu tersebut mengajak keluarganya untuk berdoa bersama dan beliau yang langsung memimpin doa tersebut … sehabis berdoa dengan mengucapkan ‘Amin3x … Yaa Rabbal A’laamin’ Ibu tersebut memejamkan matanya untuk selama2nya …”

Subhanallah sungguh indah sakaratul maut yang dialami Ibu tersebut .. 🙂

Setelah sepeninggal Ibu itu .. Anaknya membuka isi di dalam tas tersebut ..
Isinya ada amplop uang senilai Rp. 1.800.000,- dan surat .. isi surat tersebut menyatakan kalo uang itu sudah dipersiapkan Ibunya untuk mengurusi pemakaman beliau …
Ibu tersebut selama di dunia berprofesi sebagai Guru SD …

Ustadz Syatori Abdurrauf bertanya kepada Sahabat beliau .. “Mengapa Ibunya begitu mulia di saat2 terakhirnya ?”
Ini jawaban dari Sahabatnya :

  • Ibunya itu sabar luar biasa tanpa batas dalam menghadapi keluarga & kehidupannya
  • Amat sangat perhatian, terutama kepada orang2 yang susah
  • Kuat dalam berzikir

“Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.” (Q.S : Al Ma’aari : 5)


“Ya Allah .. letakkanlah dunia ditanganku bukan di hatiku” 🙂

Itu sedikit resume dari kajian yang didapat tadi 🙂

Semoga bermanfaat 😉

Advertisements

6 Responses so far »

  1. 1

    novi said,

    tamu y pasti akan datang adlh kematian,apa y tlh dpersiapkn tuk mnyambut tamu tsb ? bgmn agar bs mjd orng y sabar?lemah lembut dlm bertutur kata & bersikap? snantiasa berzikir?

    • 2

      Atin Triwahyuni said,

      Matur nuwun sanget ya mbkyu .. mau mampir di blog Mbk Atin 🙂

      Insya’ Allah kita harus siap setiap saat .. karena “Tamu” tersebut pasti akan datang … “Wallahu’alam Bishowab” 🙂

  2. 3

    KangBoed said,

    Saya mengucapkan SELAMAT menjalankan PUASA RAMADHAN.. sekaligus Mohon Maaf Lahir dan Bathin jika ada kata kata maupun omongan dan pendapat yang telah menyinggung atau melukai perasaan para sahabat dan saudaraku yang kucinta dan kusayangi.. semoga bulan puasa ini menjadi momentum yang baik dalam melangkah dan menghampiriNYA.. dan menjadikan kita manusia seutuhnya meliputi lahir dan bathin.. meraih kesadaran diri manusia utuh.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Jiwa yang Tenang

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  3. 5

    batjoe said,

    makasih udah mampir ke gubuk saya..
    saya percaya bahwa cita-cita yang tak bisa ditolak-tolak dalam hidup ini adalah MATI!!!

    dan apakah kita siap atau tidak hanyalah kita yang tahu..

    bagus sekali pencerahanya.. salam kenal dan persahabatan selalu

    • 6

      Atin Triwahyuni said,

      Iya mas sama2 🙂
      Alangkah indahnya andai Allah SWT. “memberitahu” kita saat-saat menjelang ajal datang merenggut 🙂


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: