Posts tagged Novel

Negeri 5 Menara | A. Fuadi …

Bismillahirrahmannirrahim


…. “Beberapa orang tua menyekolahkan anak ke sekolah agama karena tidak punya cukup uang. Ongkos masuk madrasah lebih murah ….”

Kecurigaanku benar, ini masalah biaya. Aku meremas jariku dan menunduk melihat ujung kaki.

“…. Tapi lebih banyak lagi yang mengirim anak ke sekolah agama karena nilai anak-anak mereka tidak cukup untuk masuk SMP atau SMA ….”

“Akibatnya, madrasah menjadi tempat murid warga kelas dua, sisa-sisa …. Coba waang bayangkan bagaimana kualitas para buya, ustad dan dai tamatan madrasah kita nanti. Bagaimana mereka akan bisa memimpin umat yang semakin pandai dan kritis ? Bagaimana nasib umat Islam nanti ?” ….

Itu sepenggal dialog yang saya kutip dari halaman 7 dari buku Negeri 5 Menara | Sebuah Novel Best Seller yang terinpirasi dari kisah nyata penulis A. Fuadi ….

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, ….” ( QS : Alam Nasyr : 7 )

“…. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” ( QS : Alam Nasyr : 8 )

Man Jadda Wajada (Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil).”

Rekomendasi buat dibaca …

Advertisements

Comments (12) »

Ketika Cinta Bertasbih (Episode 2) ….

Sebenernya … udh lama denger dari temen kalo novel “Kang Abik (Habiburrahman El-Shirazy)” Ketika Cinta Bertasbih (KCB) 1&2 bagus untuk dibaca banyak pesan
yg bagus disampaikan lewat novel tersebut … sempet juga ditawarkan untuk dipinjemi & udh niat pengen beli 🙂

Gak disangka … pas hari lahir … ada yg kasih buku KCB episode 2 yang cover depannya berwarna hijau dan ada images mesjidnya 🙂 & Subhanallah … ternyata
sdh cetakan ke-4, Januari 2008 … Two thumbs up buat “Kang Abik” 🙂

Setiap pulang kerja … tak sempetin baca … bab per bab … pada saat bacanya seakan2 Atin merasakan setiap kejadian yg diceritakan di novel
KCB 2 tersebut 🙂

Akhirnya … semalam Atin bisa mengkhatamkan buku setebal 406 halaman 🙂

Ini salah satu kutipan puisi cinta gubahan tokoh “Ayatul Husna” buat kakak tercintanya tokoh utama, “Khairul Azzam” (halaman 131)

“Kau Mencintaiku”

Kau mencintaiku
Seperti bumi
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Menanggung beban derita
Tak pernah lelah
Menghisap luka

Kau mencintaiku
Seperti matahari
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membagi cerah cahaya
Tak pernah lelah
Menghangatkan jiwa

Kau mencintaiku
Seperti air
Mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah
Membersihkan lara
Tak pernah lelah
Menyejukkan dahaga

“Khairul Azzam” seorang kakak yg berjuang di negerinya Nabi Musa … belajar & sebagai tulang punggung keluarganya …
Sosok “Azzam” seperti sosok kakak2 saya yg dijakarta (Kak Adi & Kak Ari) … Kami semua menyayangi kakak berdua .. selalu mendoakan kakak, agar selalu dijaga & dirahmati Allah dalam setiap langkah kakak (Aminn)

Buat yg kasih buku ini .. sukron .. bukunya sangat bermanfaat, atin mendapat pencerahan lewat buku ini 🙂

Comments (5) »