Archive for Referensi

Oblok – Oblok Tempe … ^-*

Bismillahirrahmannirrahim

Alhamdulillah akhirnya … dapat juga resep oblok- oblok tempenya …

Biar gak lupa posting di blog dulu …

Ini dia resepnya …

Bahan :
300 gr udang kupas kulit, sisakan ekornya
250 gr krupuk krecek
200 gr tempe potong ukuran 1 x 1 x 1 cm
7 bh tahu goreng, potong jadi 2 bagian
15 lonjor kacang panjang, potong 3 cm
1 ltr santan
3 cm lengkuas
2 lbr daun jeruk
3 bh cabai hijau besar, potong serong
3 bh cabai merah besar, potong serong
15 bh cabai rawit merah
2 btg daun bawang, potong 2 cm
3 sdm minyak goreng

Haluskan :
9 bh bawang merah
7 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
2 cm kencur
4 cm kunyit
4 btr kemiri

Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak, tumis bumbu yang sudah dihaluskan sampai harum. Masukkan cabai merah, cabai hijau, daun jeruk, dan lengkuas sampai harum dan matang.
  2. Tambahkan udang, masak sampai berubah warna.
  3. Masukkan santan, krecek, tahu, tempe, cabai rawit , kacang panjang, dan daun bawang, masak sampai semua bahan matang.

Untuk 6 orang

Njupuk ning kene jhe ..

Note :

  • Setelah matang, hidangkan jangan disimpan … 
  • Sayur ini kalo dipanasin lagi makin enak, istilahnya di blendrang … jadi makin lama makin sip
  • Bisa juga disajikan dengan lontong …
Advertisements

Comments (10) »

We Will Not Go Down (Song For Gaza) | Michael Heart …

Bismillahirrahmannirrahim


We Will Not Go Down
by Michael Heart


A blinding flash of white light
Lit up the sky over gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In gaza tonight

We will not go down
In the night without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die

We will not go down
In the night without a fight
We will not go down
In gaza tonight

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS : Al Baqarah : 155)

“… (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun.” (QS : Al Baqarah : 156)


Referensi :

Comments (4) »

Negeri 5 Menara | A. Fuadi …

Bismillahirrahmannirrahim


…. “Beberapa orang tua menyekolahkan anak ke sekolah agama karena tidak punya cukup uang. Ongkos masuk madrasah lebih murah ….”

Kecurigaanku benar, ini masalah biaya. Aku meremas jariku dan menunduk melihat ujung kaki.

“…. Tapi lebih banyak lagi yang mengirim anak ke sekolah agama karena nilai anak-anak mereka tidak cukup untuk masuk SMP atau SMA ….”

“Akibatnya, madrasah menjadi tempat murid warga kelas dua, sisa-sisa …. Coba waang bayangkan bagaimana kualitas para buya, ustad dan dai tamatan madrasah kita nanti. Bagaimana mereka akan bisa memimpin umat yang semakin pandai dan kritis ? Bagaimana nasib umat Islam nanti ?” ….

Itu sepenggal dialog yang saya kutip dari halaman 7 dari buku Negeri 5 Menara | Sebuah Novel Best Seller yang terinpirasi dari kisah nyata penulis A. Fuadi ….

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, ….” ( QS : Alam Nasyr : 7 )

“…. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” ( QS : Alam Nasyr : 8 )

Man Jadda Wajada (Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil).”

Rekomendasi buat dibaca …

Comments (12) »

Trailer “Alangkah Lucunya (negeri ini)” …

Bismillahirrahmannirrahim

Sinopsis :

Sejak lulus S1 Manajemen, hampir 2 (dua) tahun Muluk belum mendapatkan pekerjaan, meskipun selalu gagal, ia tak pernah putus asa mencari kerja. Pak Makbul – Ayah Muluk, selalu membanggakan anaknya dan meyakinkan pentingnya pendidikan kepada kawan akrabnya sejak dari pesantren bernama Haji Sarbini, yang selalu merasa pendidikan tak terlalu penting … dalam keseharian mereka topik ini selalu menjadi “Menu” utama …

Pertemuan dengan pencopet – bernama Komet, tak disangka membuka peluang kerja bagi Muluk. Komet membawa Muluk ke markasnya, lalu memperkenalkannya kepada sang Boss – bernama Jarot. Muluk kaget ketika tahu ternyata di markas itu berkumpul anak-anak seusia Komet, yang kerjanya hanya mencopet.

Jarot – sang Boss, dengan penuh curiga mengintrogasi Muluk dan akhirnya menganggap Muluk cukup bisa dipercaya, hingga Jarot menerangkan bahwa dia membagi anak asuhnya dalam tiga kelompok copet : copet mall, copet pasar, dan copet angkot.

Akal Muluk berputar dan ia melihat adanya peluang, kemudian ditawarkannya kerjasama kepada Jarot. Ia memberi keyakinan kepada para pencopet bahwa sebagai Sarjana Manajemen ia dapat mengelola keuangan mereka, dan meminta imbalan 10% dari hasil nyopet anak-anak itu, termasuk biaya mendidik mereka.

Awalnya gagasan ini ditentang habis oleh para pencopet termasuk Jarot, namun dengan “Presentasi” yang menarik dan cukup masuk “Akal”, mereka menerima lamaran Muluk sebagai “Manajer” mereka.

Hari berlalu, Muluk mulai mengelola “Usaha” barunya …  Pak Makbul – Ayah Muluk, senang melihat anaknya sudah bekerja. Apalagi, seperti pengakuan Muluk, ia bekerja di bagian SDM (Sumber Daya Manusia). Pak Makbul segera memberitahu Haji Sarbini, Ayah Rahma, calon besannya.

Comments (8) »

Theatrical Trailer “New York” …

Bismillahirrahmannirrahim

Film “New York” menceritakan sebuah kisah kontemporer persahabatan  yang lebih besar dari latar belakang kehidupan kota yang sering digambarkan sebagai pusat dunia. Omar (Neil Nitin Mukesh) pergi ke luar negeri untuk pertama kali dalam hidupnya dan tidak lama kemudian ia mulai melihat dan mencintai Amerika melalui mata-Nya, Teman-teman Amerikanya – Sam (John Abraham) dan Maya (Katrina Kaif).

Ini adalah cerita ketiga teman menemukan dunia baru bersama-sama. Tapi suatu hari dunia di sekitar mereka berubah … hidup indah mereka dibongkar oleh kejadian yang lebih besar di luar kendali. Bagi sebagian besar dari kita, peristiwa-peristiwa besar di dunia hanya berita utama di koran-koran tetapi peristiwa-peristiwa ini dapat mengubah hidup kita … selama-lamanya.

Pada akhirnya masuklah Agen Roshan (Irrfan), FBI agen rahasia yang menentukan bola menggelinding untuk serangkaian gejolak peristiwa yang mengubah kehidupan mereka menjadi berbahaya dan mendebarkan bagaikan roller coaster.

Saya mencoba mengutip dialog percakapan dari Agen FBI Roshan (Irrfan) & Omar (Neil Nitin Mukesh) di penghujung film :

Agen FBI Roshan (Irrfan)  : Sampai Kapan kau tak mau bicara denganku?
Omar (Neil Nitin Mukesh) : Selamat, aku baca di koran kau mendapat penghargaan.

……………….

Omar (Neil Nitin Mukesh) : Apa hasil dari operasi rahasia itu? Dua kawanku telah meninggal dan kau mendapat medali penghargaan lagi. Tapi apa hasilnya? Bila kau punya jawaban untuk pertanyaan itu … maka kita berbincang-bincang.
Agen Roshan (Irrfan) : Jawaban ada didepanmu, Omar …. Kita harus lupakan semuanya dan terus maju. Ini saat yang sulit …..

Rekomendasi buat ditonton ..

Comments (39) »

Surat dari Tahun 2070 …

Bismillahirrahmannirrahim

Ini file presentasinya … 

Semoga tidak terjadi ya … (Amin .. Yaa Allahumma Amin) 


Comments (16) »

Rembulan Tenggelam di Wajahmu | Tere-Liye ..

Bismillahirrahmannirrahim

Belakangan ini saya suka membaca buku2nya Tere-Liye

Tulisan2 Tere-Liye mudah dicerna .. banyak menyampaikan pesan2 kehidupan yang bermakna dan rasa bersyukur dengan bahasa yang berbeda dari setiap bukunya …

Beberapa buku yang ditulis Tere-Liye (Bidadari Bidadari Surga & Rembulan Tenggelam di Wajahmu) … menurut pendapat saya bercerita dengan settingan alur mundur .. dibanding dengan bukunya yang lain (Hafalan Shalat Delisa, Moga Bunda disayang Allah & Burlian).

Akhirnya Buku Rembulan Tenggelam di Wajahmu dengan 425 halaman baru selesai saya baca

.. “Ray merupakan tokoh utama dalam kisah ini, memiliki lima pertanyaan yang terus berkecamuk di benaknya (Apakah cinta itu? Apakah hidup ini adil? Apakah kaya adalah segalanya? Apakah kita memiliki pilihan dalam hidup? Apakah makna kehilangan?) .. sampai akhirnya ada satu malaikat  datang menemaninya dalam perjalanan yang panjang untuk menemukan jawaban dari semua pertanyaan2 itu .. sebelum akhirnya dia mengerti makna hidup & kehidupannya … ” ….

Ada kutipan ungkapan syukur yang coba Tere-Liye sampaikan di halaman 416 & 417 …

… “Ketika kau merasa hidupmu menyakitkan dan merasa muak dengan semua penderitaan maka itu saatnya kau harus melihat ke atas, pasti ada kabar baik untukmu, janji-janji, masa depan. Dan sebaliknya, ketika kau merasa hidupmu menyenangkan dan selalu merasa kurang dengan semua kesenangan maka itulah saatnya kau harus melihat ke bawah, pasti ada yang lebih tidak beruntung darimu. Hanya sesederhana itu. Dengan begitu, kau akan selalu pandai bersyukur.” …

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS : Ar-Rahmaan : 13)

Rekomendasi buat dibaca …

Comments (10) »